Menunda

Hm…kata yang sering kita dengar atau barangkali salah satu aktifitas yang masih dekat dengan kita karena seringkali kali kita ambil pilihan itu yaitu menunda, entah menunda karena malas, karena ada kegiatan atau keperluan lain.

Seperti halnya hari ini, saya pribadi juga menemui dan merasakan menunda suatu kegiatan entah berapa lama tentu menjadi relative bagi setiap orang, namun yang pasti keputusan untuk mengambil pilihan menunda ku lakukan juga dihari ini.

Barangkali bagi sebagian orang yang sering berdiskusi dengan saya akan menilai hal itu menjadi ironi bagi saya, karena apa? Seringkali diskusi-diskusi yang sering kami bicarakan adalah “Penundaan”, namun secara pribadi untuk jujur saya sampaikan bahwasanya kegiatan menunda seringkali masih saya lakukan.

Yang menjadi hal terpenting adalah bukanlah “Penundaan” yang harus kita hakimi ramai-ramai atau sering sahabat saya sampaikan “diperangi”, namun jika kita lebih dalam lagi melihat kontekstual maupun konten dari aktifitas penundaan itu sendiri ada yang melandasi atau “alasan” yang baik dan lebih memberdayakan. Sebagai contoh Ada seseorang yang setelah mengikuti seminar atau apapun yang isi dari materinya memberikan suatu semangat, motivasi untuk berubah untuk bergerak untuk meninggalkan zona nyaman, dan pada saat itu Orang tersebut terpengaruh menjadi semangat apakah kemudian ketika dia memilih untuk melakukan apa yang disampaikan di seminar itu akan selalu berhasil…?peluangnya adalah relative bisa ya atau tidak, “Kalau tidak kau lakukan kamu akan menyesal” barangkali bisikan-bisikan seperti ini akan muncul…..

Disini saya bukan membicarakan setuju atau tidak setuju terhadap seminar-seminar motivasi karena apa, sayapun juga mempunyai agenda seminar motivasi. Namun yang saya bahas adalah biarlah Penundaan itu menjadi bagian dari kita selama Penundaan itu memberikan suatu peringatan positif, pencegahan atau apapun itu yang selalu memberikan kita pesan-pesan maupun tanda-tanda ke kita untuk memperbaiki, mengganti, atau bahkan sama sekali menghilangkan apa yang akan kita lakukan dengan tujuan lebih memberdayakan kita.

Bagaimana mengetahui Penundaan itu memberdayakan…?JUJUR,PASRAH,IKHLAS pada diri sendiri.

Ketika kita menemui suatu kondisi dimana kebimbangan dalam menentukan pilihan kita hadapi, tanyakan pada diri sendiri

“Apa arti pentingnya bagi saya situasi ini?”

“Menjadi siapa saya ketika situasi ini saya pertahankan ?”

“Apa yang dapat dan mudah saya lakukan jika saya tinggalkan kondisi saya ini?”

“Apakah situasi ini sudah memenuhi kebutuhan saya?”

“Jika situasi ini saya tinggalkan apakah menjadi penting bagi saya?”

Jadi masih memusuhi “Penundaan”…?Rangkulah, Peluk dan Sayangilah Penundaan yang memberdayakanmu…..Namun jika Penundaan itu karena Malas barangkali Penundaan itu memberikan peringatan bagimu bahwa “Dia” memberikan gambaran proyeksi yang kurang baik bagimu terhadap hasil hal-hal yang akan kau lakukan makanya “Dia” memberikanmu kemalasan….Jadi tanyakan dengan pertanyaan-pertanyaan diatas maka akan Kau temukan jawabanmu….Selamat Menunda

 

Keep Smile & Share,

Fitri Joko SUprapto

 


Orang Ganteng

Seorang Istri (I) sedang bingung keliling kampung mencari suaminya (S), disaat bersamaan sang suami juga sedang mencari istrinya yg tidak dia jumpainya dirumah. Ketika diujung gang kampung keduanya bertemu.

I : Bapak, kemana saja sih dari tadi gak kelihatan..?”

S : “Ibu tuh ngapain aja sih rumah ditinggal aja, emang lagi nyariin siapa..?”

I : “Lagi nyari orang ganteng !, tahu nggak?”

S : “Oo…jadi gitu ya kelakuannya, kalo lagi gak ada suami, kerjaannya nyari yg ganteng-ganteng.?Sadar bu, anakmu udah lima….”

I : “Trus gimana lagi, orang ganteng itu yang bisa kasih nafkah saya lahir dan bathin”

Mendengar jawaban istrinya semakin emosi sang suami itu…

S : “Jadi selama ini nafkah lahir bathin yg kuberikan masih kurang..?”

I : “Nggak, siapa bilang kurang..?, yg saya denger bapak yg bilang kurang.”

S : “Nah itu kelakuan kamu yg nyari nafkah lain?”

I : “Lho, kata siapa saya nyari nafkah lain, yg saya denger bapak yg bilang nyari nafkah lain.”

Semakin emosi sang suami bertanya dengan emosi yg sudah memuncak.

S : “Siapa sih laki-laki ganteng itu, sampe kamu bela-belain segitunya?”

I : “Ya..kamu Pak, orang ganteng yg ngasih nafkah lahir bathin itu ya Bapak…dari tadi aku nyariin, lagian Bapak pergi katanya cuma sebentar kok udah beberapa jam gak pulang-pulang, saya jadi khawatir..”

Mendengar jawaban istrinya, si suami jadi bengong campur malu.

S : “Oo…saya bu ya orangnya tak kirain siapa…hm..jadi malu, Ibu ini memang istriku yg paling cantik deh”.

Rayu si suami ke istrinya.

I : “Ha…paling cantik?, emang ada yg “gak terlalu cantik”, “cantik sedikit”..?Emang ada sitri-istri yang lain..?”

S : “Walah…gantian deeh….!@#$%^&*()_+”

 

Membaca dialog diatas, menarik dipelajari ternyata pemilihan kata-kata, persepsi dalam berbicara mempengaruhi suatu hasil (outcome) yg akan diharapka di setiap komunikasi yg sudah pasti pula ada emosi yg terkandung entah itu emosi positif yg memberdayakan atau bahkan malah menjadi emosi negatif seperti contoh diatas.

Memang menjadi penting untuk kita tahu dan menguasai bagaimana cara kita berbicara dan mempersepsikan suatu komunikasi yang kita lakukan, seperti halnya di http://www.SAMshifter.com kita bersama-sama berlatih dan mengasahnya dengan pendekatan metode Hypnosis dan NLP.


Mendengar(kan)….

Mendengar…..kata dengar sudah akrab sekali dan sering kita “dengar” dalam kehidupan sehari, namun apakah kita sudah menyadari makna dan arti kata “dengar” dalam berbagai macam situasi pemakaiannya.

Ketika indera pendengaran kita bekerja menjalankan fungsinya, mulai dari mendengar suara-suara atau bunyi-bunyi sekitar kita yang tanpa sengaja terdengar oleh kita maupun sengaja kita lakukan dengan “mendengarkan”, disadari atau tidak aktifitas “mendengar” dan “mendengarkan” mempunyai respon yang berbeda ketika masuk ke pikiran kita walaupun stimulus yang sama.

Ketika dalam aplikasi komunikasi dengan seseeorang maupun kelompok orang, “mendengar” dan “mendengarkan” mempunyai efek yang sangat berbeda sekali. Dengan “mendengar” kita hanya menerima dan menangkap suara atau bunyi itu tanpa adanya perhatian dan kemauan untuk menyimak, sering kali kita ada ego untuk menyela, mengomentari dengan memotong pembicaraan lawan bicara, kita megeneralisasi suara-suara yang didengar menjadi tidak penting atau bahkan menghapus semuanya, hal sangat tidak nyaman jika kita diposisi yang berbicara kan..?.

Beda halnya dengan “mendengarkan”, ketika kita “mendengarkan” ada respon yang kita berikan ketika menerima informasi suara-suara baik dengan suara “iya..”, “oo…”, “mm…” atau bahkan dengan bahasa tubuh sedikit menganggukan kepala, senyum dan secara tidak langsung menatap mata ketika mendengarkan, ketika ketulusan kita hadirkan dalam mendengarkan si pembicara akan merasa aman nyaman dengan keberadaan kita untuk terus berbicara dan menambah kepercayaan kepada pendengar atau kita…Jadi dengan adanya kepercayaan dari lawan bicara kita….meminjam lirik penggalan salah satu band tanah air…..Mau dibawa kemana hubungan kita….

 

Salam,

Keep Smile & Share


Berbagai Definisi NLP Menurut Ahli

“NLP is an attitude and a methodology that leaves behind a trail of techniques.” - Dr. Richard Bandler.

“NLP cannot be dismissed as just another hustle. Its theoretical underpinnings represent an ambitious attempt to codify and synthesize the insights of linguistics, body language, and the study of communication systems.” - Psychology Today

“(NLP) does offer the potential for making changes without the usual agony that accompanies these phenomena. . . Thus it affords the opportunity to gain flexibility, creativity, and greater freedom of action than most of us now know. . ” - Training and Development Journal

“. . . real estate brokers and salespeople use Neuro-Linguistics to enhance their communication skills and provide them with more choices when working in a difficult situation. . . it shows how we make sense of the world around us and communicate.” - Real Estate Today

“NLP could be the most important synthesis of knowledge about human communication to emerge since the explosion of humanistic psychology in the sixties.”  – Science Digest

“NLP has untapped potential for treating individual problems….It has metamorphosed into an all-purpose self-improvement program and technology.” – Time Magazine

“NLP may be the most powerful vehicle for change in existence” – Modern Psychology

” NLP is an accelerated learning strategy for the detection and utilization of patterns in the world” - John Grinder

“NLP is whatever works, and NLP is the Study of the Structure of Subjective Experience” - Robert Dilts

“NLP itu mudah dan mempermudah” – Ronny F. Ronodirdjo


Dikutip dari http://www.belajarnlp.com


cancel, replace, affirmation, fokus, training

Ketika suatu tindakan dilandasi niat dengan state ikhlas pasrah, apapun hasilnya dengan sikap flexibility behavior (perilaku fleksibel) terhadap umpan balik (baca: hasilnya). Maka state ikhlas pasrah itu akan mengalir sendirinya tanpa perlu secara sadar kita mengontrolnya karena bawah sadar (subconscious) pada dasarnya lebih pintar dalam memberdayakan kita.

Contoh kejadian dialami:

Minggu kenarin tanggal 3 Juli 2011, kebetulan sekali dalam rutinitas pekerjaan membutuhkan pembelian barang, katakanlah barang “X”  dengan jumlah 90. Disebabkan hari minggu maka kebanyakan toko sentra pnjualan barang “X” tersebut sbagian besar tutup, adapun buka hanya 1-2 toko dan hanya menjual barang-barang kecil saja. Alhasil dengan masih tanpa hasil saya masih ada pertanyaan “Gimana caranya agar saya mendapatka barang “X” itu, yang pasti bisa asal tahu caranya”.

Setelah istirahat sejenak diwarungkopi, iseng saya bertanya kepada Tukang parkir dimana saya bisa beli barang “X” di hari minggu, akhirnya dia mengenalkan salah satu penjaga toko yang dia kenal, dengan sedikit tawar menawar akhirnya saya sepakati harga untuk jumlah 90. Selesai saya menunggu diambilkan barangnya dan saya membayar sesuai kesepakatan.

Dalam benak saya, sangat terimakasih sekali bisa terbantu dengan tukang parkir dan penjaga toko tadi untuk pemenuhan kebutuhan saya yang mendadak ini, sesampai ditempat barang tersebut langsung dipakai dan salah satu teman saya kaget campur bingung “Wah, pak kok barangnya cuma segini paling-paling separo aja nih pak…?”, salah satu rekannya menambahkan “Wah, bapak kena tipu nih….sayang sekali Pak mahal lho…wah besok cariin pak orangnya..?”.

Sebelum saya menjawab merespon beberapa komentar dan pertanyaan rekan-rekan saya, tanpa sadar pikiran dan perasaan seperti melakukan “cancel” atau “freeze” terhadap respon yang akan keluar, dan seolah-olah ada time distortion seperti saya melihat diri saya yang menunggu respon akan yang akan keluar dan entah bagaimana tanpa sadar seperti disuguhi beberapa pilihan respon yang lengkap dengan efek-efek yang akan ditimbulkan.

Hebatnya, kita bisa pilih respon yang memberdayakan bukan hanya untuk kita namun untuk orang-orang yang ada disekitar kita, kembali ke cerita diatas akhirnya dengan menyikapi, tahu bahwa orang itu (penjaga toko) salah entah sengaja atau tidak namun apapun yang dia lakukan pasti dilandasi dengan intensitas positif bagi dia dan berfikir “Ini adalah hal kecil bagi saya dan saya lebih dari hal-hal kecil seperti ini”.

Dan saat itu juga memutuskan memaafkan dan memutuskan tindakan solusi berikutnya dan fokus ke tindakan-tindakan yang baru…

Lebih baik saya fokuskan energi ke langkah-langkah dan tindakan selanjutnya daripada kita fokuskan energi yang pasti akan membawa keluar state emosi negatif kita dengan mencari orangnya yang sudah kita tahu dengan emosi negatif hasil apapun tidak akan merasa selaras….

Wow….dasyat teknik-teknik pemberdayaan yang keluar dengan sendirinya..

cancel–>replace–>affirmation–>fokus–>training

 

Salam,

Keep Share & Smile

(~_~)

_/|\_


Mengeluh……

Mari kita renungkan sebelum mengeluhkan sesuatu hal yang terjadi dalam hidup ini….
Sebelum Anda mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Berpikirlah mengenai saudara kita yang disana yang tidak mampu berbicara sama sekali.
Sebelum Anda mengeluhkan rasa makanan yang disantap,
Berpikirlah mengenai saudara kita yang disana yang tidak punya apapun untuk disantap sama sekali.
Sebelum Anda mengeluhkan suami atau istri ,
Berpikirlah mengenai saudara kita yang belum menemukan [asangan hidupnya.
Sebelum Anda mengeluhkan hidup,
Berpikirlah tentang saudara kita yang meninggla terlalu cepat.
Sebelum Anda mengeluhkan anak-anak Anda,
Berpikirlah tentang saudara kita disana yang sangat ingin mempunyai keturunan.
Sebelum Anda mengeluhkan pekerjaan Anda,
Berpikirlah saudara-saudara kita yang belum mempunyai pekerjaan.
Sebelum Anda menyalahkan orang lain,
Berpikirlah andaikan Anda menjadi dia, apa tujuan positif maksudnya?pasti ada.
Mari…berhenti mengeluh….hidup adalah anugerah…hadapi dengan bersyukur senyuman suka duka kehidupan ini

 

Keep Smile & Share,

_/|\_


Budaya Orang Jepang

Selamat Pagi……

Hari ini kita sedang coba mengupas dn mengangkat topik rahasia sukses orang jepang,
mungkijn dgn adanya ungkapan cerita ini akan bisa menjadi inspirasi bagi teman u memutuskan memilih jalan2 sukses dn mengambil langkah,action serta kebiasaan yang di lakukan org2 jepang.

selamat membaca..


Mengungkap Kesuksesan Orang Jepang

Berikut adalah 10 rahasia Sukses orang Jepang :

1. Kerja Keras
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras. Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun, sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika (1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680 jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan 47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat adalah sesuatu yang boleh dikatakan “agak memalukan” di Jepang, dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk “yang tidak dibutuhkan” oleh perusahaan.

2. Malu
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri (bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran. Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke fenomena “mengundurkan diri” bagi para pejabat (mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

3. Hidup Hemat
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.

4. Loyalitas
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa, sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core business) perusahaan.

5. Inovasi
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk yang booming selama puluhan tahun adalah Akio Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika. Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.

6. Pantang Menyerah
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang menutup semua akses ke luar negeri, Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner. Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia . Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki , disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen) . Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).

7. Budaya Baca
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun dewasa sedang membaca buku atau koran. Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institute penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern. Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.

8. Kerjasama Kelompok
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu bersifat individualistik. Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa “1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok” . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan “rin-gi” adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam “rin-gi”.

9. Mandiri
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka “meminjam” uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.

10. Jaga Tradisi & Menghormati Orang Tua
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan tradisi dan budayanya. Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan hidup sampai saat ini.

Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda naik sepeda di Jepang dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah yang minta maaf duluan.

Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata “tidak” untuk apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang Jepang karena “hai” belum tentu “ya” bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset penting di Jepang. Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang dijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian. Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia

semoga bermanfaat

salam sukses

(Artikel diambil dari Komunitas Berani Gagal)


KungFu Panda…?

Anda pernah nonton film berjudul Kungfu Panda?  Anda suka? Kesan apa yang Anda dapat? Kalau saya, cuma kalimat ini yang saya ingat, “yesterday is history, tomorrow is mystery, today is a gift.” Sebentar lagi akan keluar sekuel-nya, saya jadi penasaran kesan-kesan apa yang akan kita tangkap dari film itu.

Kelihatannya kalimat itu sederhana. Tapi kalau dipikir-pikir, benar juga ya. Rasanya saya jadi punya kekuatan lebih setelah mendengar kalimat itu. Ajaib ya? Cuma kata-kata dalam film tapi bisa membuat orang menjadi lebih kuat.

Tidak banyak orang yang sanggup memanfaatkan hidup secara maksimal. Umur yang panjang kadang-kadang hanya lewat begitu saja tanpa kita berbuat hal yang berarti. Waktu berjalan cepat. Tanpa terasa tahu-tahu kita sudah tua. Tapi, coba apa Anda pernah berpikir begini, ”apa saja ya yang sudah saya dapat sampai detik ini? Hal hebat apa yang sudah pernah saya raih?”

Well, well, well. Inilah saatnya kita beresolusi. Hmmm, harus ada waktu untuk kita berhenti sejenak dari segala aktivitas. Dan, kita buat sederet panjang pertanyaan yang harus kita ajukan pada diri kita sendiri. Ya, buat angket untuk diri kita sendiri. Dan hanya kita yang harus menjawab semua pertanyaan yang ada. Di sini akan ketahuan, apakah kita sudah hidup sesuai kemauan kita? Sudah berhasilkah kita?

Kita harus jujur pada diri sendiri. Kalau memang kita sudah memboroskan waktu sia-sia, jangan takut untuk mengakui. Kalau memang terlalu banyak kesalahan yang kita perbuat, ya kita boleh menyesal. Tapi, menyesal saja tidak cukup. Kita masih punya waktu ke depan. Waktu yang masih menjadi misteri. Misteri itu hanya kita yang bisa memecahkan. Tinta mana saja yang akan Anda torehkan di lembar-lembar kosong kita?

Begitu pula yang terjadi dalam bisnis. Sepanjang apa bisnis Anda sudah berjalan? Target apa yang sudah berhasil dicapai? Apa saja kesalahan yang pernah terjadi dalam bisnis Anda? Kegagalan apa yang tak pernah Anda lupakan?

Yesterday is history. Artinya, kita harus belajar dari apa yang sudah terjadi. Kalau kemarin Anda gagal menjual 100 produk, bukan berarti besok Anda akan gagal lagi. Today is a gift. So, selama Anda mampu memanfaatkan hari ini sebaik mungkin, saya percaya misteri bisnis Anda ke depan tidak akan membuat Anda khawatir.

Kalau hari ini Anda bangkrut. Hutang perusahaan membumbung tinggi. Semua harta sudah disita bank. Apa yang akan Anda lakukan? Sedih boleh, marah boleh, uring-uringan juga boleh. Tapi, asal produktif. Meluapkan perasaan, emosi itu kadang-kadang bagus juga untuk kesehatan. Asal, jangan kebablasan.

Selebihnya, lebih baik manfaatkan hadiah yang diberi Tuhan untuk Anda. Bersyukurlah hari ini Anda masih diberi waktu, masih diberi hidup. Artinya, Anda masih punya kesempatan untuk bangkit lagi. Meski tertatih-tatih, Anda tidak boleh hilang kendali. Saat-saat sulit hari ini akan berbuah manis di masa yang akan datang. Percayalah. Tuhan bukan cuma menguji kesabaran Anda, tapi juga menguji kreativitas Anda. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Belajarlah dari sana. Kalau Anda pernah berhasil, saya yakin Anda bisa lebih berhasil lagi.

Bisnis adalah sebuah seni. Menikmati seni berarti merasakan keindahan. Bukan cuma saat-saat sukses saja yang harus Anda nikmati, tapi kegagalan juga. Kalau sudah begitu, Anda akan tahu bagaimana indahnya kehidupan. Ingat, tanpa rasa sakit kita tidak akan tahu bagaimana rasanya senang. Benar begitu?

 

Keep Smile,

_/|\_


Orang Bodoh Orang Pintar

“Saya jelas bukan orang bodoh, tetapi selalu ada orang yang lebih pintar dari saya, begitu pula selalu ada yang lebih pintar dari anda. Namun, bukan berarti karena ada orang lain yang lebih pintar dari saya dan Anda, maka saya dan Anda berarti kehilangan kesempatan untuk mendapatkan yang lebih baik.”

Di atas sana ada langit, diatasnya lagi masih ada langit…Setiap waktu selalu ada yang lebih baik dari apapun yang kita punya dan kita mampu….

Keep Smile,

_/|\_


Menjadi populer ala Briptu Norman

Di saat mencari pekerjaan terasa sulit, mengumpulkan sekeping rupiah untuk makan saja harus banting tulang siang malam, dari sebuah kota di Timur Indonesia, Gorontalo, muncul sebuah fenomena sukses yang kita anggap tiba-tiba.

Briptu Norman bukanlah Sinta dan Jojo, karena Norman lebih mencuat nama dan eksistensinya dibandingkan Sinta dan Jojo, walaupun keduanya sama-sama ‘lahir’ dari arena youtube. Betulkah menaruh sebuah action pribadi di youtube mempunyai kesempatan untuk popular seperti Norman ataupun Sinta dan Jojo?

Di belakang nama Norman, Sinta dan Jojo, terdapat nama-nama yang jumlahnya segudang yang menaruh film action mereka di youtube. Entah itu mereka lakukan sebelum fenomena Norman naik ke permukaan, atau mereka yang ikut-ikutan ingin mendulang rejeki seperti Norman.

 

Namun apakah mereka-mereka mengunduh kepopuleran yang sama? Terus terang hampir semuanya tidak!

 

Kalau Briptu Norman adalah sebuah fenomena, seperti kalau di Luar negeri adalah Justin Beiber, apakah hal tersebut dapat diulangi lagi oleh orang lain?

Yang ingin mengulangi kejadian Briptu Norman tersebut seperti sedang bermain judi atau arisan tak berujung yang tak tau menangnya kapan.

Namun esensi awal dari kesuksesan dan kepopuleran Norman dapat kita ulangi dan kita terapkan di segala bidang pekerjaan kita.

 

Apa esensi awal tersebut?

Kalau kita perhatikan wawancara dengan Norman ataupun Sinta-Jojo, awal mereka menaruh film di youtube adalah untuk senang-senang supaya teman-teman menonton dan tidak terpikir oleh mereka tentang keuntungan materi dari hasil tersebut. Keuntungan materi hanya mengikuti dari esensi awal tersebut.

Senang-senangnya mereka inilah yang saya namakan love sharing atau sharing kebahagiaan.

 

Dengan penuh keceriaan, ketulusan dan niat berbagi, mereka mengawali hal tersebut. Dan ternyata dari setiap esensi awal tentang ketulusan, keceriaan dan niat berbagi, maka segala macam pernik-pernik keberlimpahan akan mengikutinya.

 

Contoh sederhana dalam penerapan di bidang yang berbeda adalah:

Anda membuka usaha bisnis Travel – perjalanan biro wisata. Pada saat mengawali membuat design usaha anda, anda telah menetapkan esensi awal ( bisa juga dikatakan VISI ) dimana esensi awal bisnis Travel anda adalah berbagi tentang sebuah kebutuhan perjalanan yang terjangkau dan tujuan-tujuan menarik yang belum dikunjungi orang banyak, sehingga semakin banyak orang akan dapat menikmati liburan mereka dengan ceria.

Menjadi sangat berbeda ketika dari awal anda menetapkan bahwa bisnis travel anda adalah bisnis yang menguntungkan karena ketergantungan orang-orang yang menggunakan jasa travel akan semakin meningkat setiap tahunnya.

 

Apapun profesi dan bidang yang anda geluti, tidak ada salahnya apabila saat ini anda melihat kembaliesensi awal dari profesi yang sedang anda kembangkan sekarang, atau setidaknya anda definisikan ulang sehingga mengandung unsur yang penuh keceriaan, ketulusan dan niat berbagi. Ketika hal tersebut sudah bergulir, maka resonansi-resonansi dari esensi awal akanmemantulkan keberlimpahan kepada anda sebagai ‘hadiah’ atas tindakan anda.

 

Selamat memetik keberlimpahan dan kebahagiaan dengan memberikan kebahagiaan dan keberlimpahan kepada lingkungan anda.

Note Facebook Bp.Agung WB